Surat Efesus

Surat Paulus kepada jemaat di Efesus hampir pasti ditulis pada saat sama seperti suratnya untuk jemaat di Kolose. Ada beberapa alasan mengapa demikian.

Pertama, tema dalam Surat Efesus sama dengan tema di Surat Kolose sampai ada usul bahwa Efesus memodel Surat Kolose. Surat Kolose ditulis sebagai perlawanan terhadap sinkretisme dan memberikan uraian jelas tentang kepercayaan dan perilaku Kristen. Surat Efesus juga meliputi wilayah yang sama. Dalam kedua surat ini Gereja digambarkan sebagai tubuh, hubungan kekeluargaan disorot dengan pemilihan kata yang sama, dan pokok tentang perbudakan pun sama disoroti.

Kedua, Paulus berkata ia ingin surat kepada jemaat Kolose dibacakan tidak saja di Kolose tetapi juga di Laodikea dan Hierapolis, dua gereja lagi di lembah Likus, dan ini mengusulkan bahwa masalah yang ia soroti juga terjadi di sana. Mengingat Efesus hanya sekitar 200 km jauhnya dari sana, bukan tidak beralasan mengharapkan bahwa masalah sama mungkin memengaruhi gereja di sana juga, khususnya karena Surat Efesus ditulis sebagai umum, tidak secara khusus untuk surat Efesus. Ungkapan Di Efesus tidak terdapat di beberapa naskah awal.

Tambahan, kurangnya salam pribadi dalam Surat Efesus mengherankan jika surat ini ditujukan khusus pada gereja di Efesus, sebab Paulus pernah tinggal dua tahun di sana dan pasti akan menyebutkan nama-nama orang, sebagaimana yang ia buat dalam surat lainnya. Tetapi, sesudah mencatat kesamaan dengan Surat Kolose, kita juga harus menyadari bahwa Surat Efesus berbeda dari surat-surat Paulus lainnya sebab surat ini tidak begitu didominasi oleh perhatian kepada pembacanya. Dalam surat umam semacam ini, Paulus tidak mengurusi ajaran sesat tertentu sebagaimana dalam surat-suratnya yang lain, juga tidak mengurus masalah atau pertanyaan tertentu.