Surat Kolose

Ketika Paulus tidak sanggup mengunjungi gereja-gereja umumnya ia akan menulis surat. Pada berbagai kesempatan, ia akan mendengar tentang suatu situasi tetapi tidak dapat meninggalkan pekerjaannya untuk memberikan perhatian pada situs itu. Menjelang akhir pelayanannya menulis surat menjadi satu-satunya cara ia berkomunikasi, sebab ia lama berada dalam penjara, dua tahun di Kaisarea, dirantai kepada seorang serdadu Romawi, tetapi ia dapat menerima pengunjung, dan melalui kunjungan seorang bernama Epafras yang menuliskan baginya surat kepada jemaat Kolose.

Paulus menulis tiga jenis surat: kepada perseorangan, diketahui dalam Alkitab dengan perseorangan; surat yang ditulis sewaktu-waktu untuk menyorot situasi tertentu dalam sebuah gereja; dan surat umum yang untuk diedarkan secara umum dan tidak mengurus masalah tertentu. Ketika Paulus menulis Surat Kolose, termasuk surat yang ditulis sewaktu-waktu, ia juga menulis sebuah surat perseorangan kepada Filemon, dan surat umum yang dikenal sebagai Surat Efesus, meski surat itu ditujukan untuk dipakai di sejumlah gereja. Mereka dikirim pada saat yang sama dan dikirim melalui pembawa surat yang sama, Tikhikus, ke wilayah yang sama. Sebagaimana sudah kita lihat, surat-surat Paulus mengikuti pola yang berlaku umum dalam dunia Yunani purba. Surat dimulai dengan nama pengirim, kemudian alamat penerima, lalu salam, kemudian pujian, lalu isi surat lalu kesimpulan, kemudian salam penutup dan akhirnya tanda tangan. Tetapi kendati disertai kesimpulan, ciri yang menjamin bahwa surat itu bersifat sewaktu-waktu tidak selalu langsung terlihat jelas. Itu seperti mendengarkan ke satu sisi percakapan telepon. Kita perlu membaca baris-baris antaranya untuk mengerti mengapa surat itu ditulis.