Efesus 4:2 merupakan salah satu contoh perintah untuk hidup benar, sebab dapat diperaktekan dalam hubungan perkawinan: “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Setiap orang yang menikah mempunyai sifat-sifat yang sama dengan orang yang dinikahinya. Tetapi ia juga mempunyai banyak perbedaan. Cara-cara yang berbeda mengenai pengamatan, berfikir, merasakan, dan kelakuan adalah bagian dalam penyesuaian perkawinan suami isteri.
Perbedaan merupakan hal yang wajar dalam sebuah relasi atau hubungan suami isteri, namun hal itu akan indah jika keduanya menyadari bahwa itu adalah hal penting karena mengandung suatu perjanjian tentang penggenapan kebutuhan masing-masing.
Banyak problem terjadi karena kurang toleransi terhadap perbedaan sikap atau pendapat dalam hubungan perkawinan.
Pasangan suami isteri harus menerima perbedaan, menghargai perbedaan itu.
Pria dan wanita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, bukan menurut gambar dan rupa suami atau isteri. Jadi layak untuk diperlakukan berbeda, diperlukan dan dihargai seperti yang lain.

0 Comments