Surat Filemon

Surat Filemon mengajarkan bahwa prilaku kita terhadap orang lain harus didasari pad acara Tuhan telah memperlakukan kita. Kita mesti menerima sebagaimana kita diterima, mengampuni sebagaimana kita diampuni, memperhatikan kemurahan sebagaimana kita telah menerima kemurahan, mengasihi sebagaimana kita telah dikasihi. Jika kita tidak melakukan ini, itu berarti kita mendemonstrasikan bahwa kita tidak sungguh-sungguh menerti anugerah Tuhan (lihat perumpamaan tentang hamba yang tidak mengampuni).

Paulus meperhatikan di sini bahwa keselamatan pribadinya dalam Kristus menjadi cara ia memilih bagaimana ia harus hidup. Semua yang Kristus lakukan untuk dia, kini ia lakukan kepada orang lain. Ini sebuah teladan indah tentang ‘kerjakan/wujudkan keselamatan mu.