Surat 1 & 2 Tesalonika
Dua
surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika ditulis dalam waktu antara beberapa
bulan dan yang lebih mudah dimengerti ketimbang beberapa surat lainnya yang Paulus tulis. Mereka dikirim oleh
Paulus, Silas dan Timotius, tim yang mengunjungi Tesalonika, meski jelas
Pauluslah pengarangnya. Meski ditulis kepada orang yang sama ditempat yang sama
dalam selang waktu singkat, kedua surat berbeda jauh dalam suasan, suhu dan
nadanya. Mereka mengurus pokok yang sama, tetapi dalam cara yang berbeda. Surat
pertama sangat hangat dan pribadi, mencerminkan perhatian Paulus untuk gereja
di Tesalonika. Namun demikian sikap Paulus dalam surut kedua dingin, tajam,
berjarak dan jauh.
Kota tersebut memiliki banyak penduduk campuran, termasuk sejumlah pedagang Yahudi. Arkeologi telah cukup membukakan tentang Tesalonika di zaman Paulus. Panggilan arkeologis menyingkapkan gedung pertemuan Romawi, gelanggang pacuan kuda, pasar helenistik dan sinagoge Samaritan. Bahkan temuan terakhir mendukung paparan Lukas tentang pemimpin setempat sebagai ‘politarkus’. Sebelumnya diandaikan bahwa Lukas keliru, sebab julukan itu tidak dikenal di kota-kota lainna. Tetapi para arkeolog telah menemukan 41 prasasti termasuk julukan itu dan disekitar Tesalonika periode tersebut.
Kedua surat Paulus untuk jemaat di Tesalonika mengingatkan kita tentang dua aspek kunci hidup Kristen:
1. Berjalan.
Ketika kita datang kepada Kristus, itu adalah awal perjalanan kita bersama Dia.
Kita harus memastikan bahwa kita terus berjala dengan-Nya dalam kekudusan.
Keselamatan adalah suatu proses, kita diselamatkan dari neraka dan untuk surga.
Mengusahakan kekudusan adalah bagian hakiki dari kehidupan kita.
2. Menanti. Menjelang akhir dari setiap pasal kedua surat ini ada beberapa rujukan kepada Kedatangan kedua. Dengan menemukan tema ini dalam khotbah dan penyembahan kita masa kini kita pun akan. Ia mencari umat yang akan memerintah bersama Dia.
Untuk Paulus, hidup dalam terang Kedatangan kedua adalah bagian fundamental dari pemuridan Kristen,dan kedua surat ini menekankan bahaya pemikiran keliru tentang isu penting tersebut.
0 Comments