Surat 1 & 2
Korintus
Banyak
orang Kristen membayangkan bahwa kehidupan Kristen akan jauh lebih mulus jika
kita mengalami kembali kondisi era sebelumnya. Sebagian orang merindukan masa
kebangunan yang pernah terjadi, seperti di Welsh tahun; atau kebangunan
Metodisme dari abad delapan belas; dan bahkan era Puritan akhir-akhir ini
banyak disukai orang. Banyak orang yang menganggap ketika kembalu kemasa itu
segalanya akan menjadi baik. Tetapi mereka juga lupa bahwa gereja dalam
Perjanjian Baru juga memiliki masalah.
Ada berbagai tekanan luar dari orang Yahudi dan bukan Yahudi yang
bereaksi dengan sikap bermusuhan kepada pesan injil, dan juga terjadi keributan
dalam gereja.
Jika
kita melihat surat-surat Paulus kepada jemaat Korintus, kita temukan sebuah
gereja dengan berbagai masalah yang mengancam menghancurkan kehidupan
pelayanannya. Tidak ada gereja yang Paulus dirikan yang punya lebih banyak
masalah ketimbang gereja Korintus itu, tetapi kita patut bersyukur kepada Tuhan
bahwa akibat dari kesukaran-kesukaran mereka, kita memiliki dua surat yang
menakjubkan. Termasuk di dalamnya paparan tak tertandingi tentang kasih dalam 1
Korintus 1, dan dalam 1 Korintus 15 kita memiliki catatan terawal dalam
Perjanjian Baru tentang penampakan kebangkitan Tuhan.
Masalah-masalah
tersebut pastinya parah. Gereja terbagi secara mendalam, dengan klik-klik orang
mengikuti pemimpin yang berbeda. Mereka memiliki immoralitas dari jenis paling
buruk. Seorang laki-laki hidup dalam dosa dengan ibunya (kemungkinan adalah ibu
tirinya), suatu praktik yang bahkan akan disalahkan oleh orang yang tidak kenal
Tuhan. Sebagian dari mereka bermabuk-mabukan di meja perjamuan Tuhan. Yang
lainnya memperaktikan bentuk feminism agresif. Lebih lanjut, mereka telah salah
mengerti doktrin Kristen dasar. Orang bisa tergoda untuk membuang saja gereja
semacam itu, tetapi Paulus tidak. Ia menulis kepada mereka dan mengunjungi
mereka dalam harapan bahwa mereka akan menyadari kesalahan mereka dan kembali
kepada cara hidup yang lebih baik.
Maka
dapat disimpulkan bahwa jemaat Korintus adalah gereja yang paling menyulitkan
Paulus, kedua surat ini kaya dalam ajaran untuk Gereja masa kini. Mereka
memberi kita pengajaran praktis tentang bagaimana hidup dalam lingkungan yang
bermusuhan dan bagaimana gereja harus mendisiplin anggotanya serta mengatur
kegiatannya. Mereka juga memberi kita wawasan langka tentang bagaimana rasul
Paulus mengatasi tentangan, dan karena mereka menyediakan suatu model istimewa
untuk diikuti oleh para hamba Tuhan, dimana pun mereka melayani dan siapapun
penentang mereka.

0 Comments